Siaran Pers
30 September 2013


Terkait dengan pemberitaan yang mengatasnamakan Juru Bicara ASNLF oleh Sufaini Syekhy pada beberapa media massa elektronik selama ini, kami dari Acheh-Sumatra National Liberation Front (ASNLF) menyampaikan bahwa:

“Sufaini Syekhy TIDAK terdaftar dalam struktur organisasi ASNLF dan yang bersangkutan JELAS BUKAN Juru Bicara ASNLF.” 

baca selengkapanya...


Siaran Pers
15 Desember 2012

Laporan Kegiatan Presidium ASNLF
dalam Rapat Presidensi dan Sidang Umum UNPO

28 November - 1 Desember 2012

Pada tanggal 28 November - 1 Desember 2012, Acheh Sumatra National Liberation Front (ASNLF) telah memenuhi undangan Unrepresented Nations and Peoples Organization (UNPO) untuk menghadiri Rapat Presidensi yang dilanjutkan dengan Sidang Umum UNPO di Jenewa, Swiss.

baca selengkapnya...


Siaran Pers
6 Desember 2012

PERINGATAN HUT ACEH MERDEKA YANG KE-36

4 Desember 1976 – 4 Desember 2012


Kru Seumangat, Alhamdulillah dengan izin Allah SWT, perayaan hari Pendeklarasian Kembali Kemerdekaan Aceh pada tanggal 4 Desember 2012 yang dikoordinir oleh Acheh-Sumatra National Liberation Front (ASNLF) telah berhasil diselenggarakan dengan selamat.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perayaan ulang tahun Aceh Merdeka kali ini berhasil dilaksanakan secara global, yakni mencakup berbagai belahan dunia. Melalui jaringan Perwakilan ASNLF di berbagai negara, serta melalui kerja sama yang baik dengan masyarakat Aceh di negara yang bersangkutan, ASNLF sukses memperingati milad AM lintas benua - mulai dari Kanada sampai dengan Australia.

 

baca selengkapnya...


Amanat Ketua Presidium ASNLF

pada hari ulang tahun Aceh Merdeka ke-36



Bismillahirrahmanirrahim

Assalammu’alaikum w.w.

Yang saya muliakan semua bangsa Aceh di seluruh dunia.

Alhamdulillah puji syukur kepada Allah SWT, yang sudah memberikan nikmat hidup, langkah dan rezeki kepada kita semua. Salawat dan salam kita sampaikan kepada junjungan kita Rasulullah Muhammad SAW. Begitu pula kepada para syuhada, kita panjatkan do’a semoga dilapangkan kuburnya dan mendapatkan syurga.

Pada tanggal 4 Desember ini, sama-sama kita memperingati hari proklamasi kemerdekaan Aceh. Hari yang begitu bersejarah bagi bangsa Aceh dalam abad ini. Hari ini dapat kita gunakan untuk mengevaluasi usaha kita dalam mengembalikan daulat bangsa Aceh dan sudah tentu pula dapat kita gunakan untuk merancang apa-apa yang harus kita lakukan agar dapat sampai pada tujuan tersebut.

baca selengkapnya...


Siaran Pers
11 November 2012

Lembaga Wali Nanggroe bukan Lembaga Wali Negara

Mengkritisi penyimpangan sejarah yang terjadi akibat rencana pembentukan lembaga Wali Nanggroe di Aceh, ASNLF menegaskan bahwa:

Tidak ada hubungan apapun antara Lembaga Wali Negara yang merujuk pada sejarah dan budaya bangsa Aceh, yang terakhir kali dipegang oleh Tengku Hasan Muhammad di Tiro (alm), dengan lembaga “Wali Nanggroe” produk Helsinki yang sedang dipersengketakan oleh banyak pihak di Aceh akhir-akhir ini.

baca selengkapnya...


Siaran Pers
6 November 2012

Presentasi ASNLF dalam Pelatihan UNPO


Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, ASNLF kembali mengirimkan perwakilannya untuk menghadiri pelatihan yang diselenggarakan oleh UNPO (Unrepresented Nations and Peoples Organization) di Den Haag, Belanda, pada tanggal 25-27 Oktober 2012 yang lalu.

Pada pelatihan bertaraf internasional tersebut, tiga peserta ASNLF - dua orang dari Amerika Serikat dan satu orang dari Norwegia - bergabung dengan sekitar belasan aktivis hak asasi manusia dan wakil-wakil dari negara anggota UNPO lainnya untuk menambah perbekalan ilmu dalam berorganisasi, bernegosiasi serta beraktivitas sebagai pembela hak-hak asasi manusia.

baca selengkapnya...


Siaran Pers
24 Oktober 2012

ASNLF kirim wakilnya ke UNPO Belanda

ASNLF kembali mengirimkan tiga peserta dalam satu pelatihan yang diselenggarakan oleh UNPO di Den Haag, Belanda pada akhir minggu ini.  Acara pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 25-27 Oktober 2012, akan diikuti oleh anggota UNPO, perwakilan bangsa-bangsa dari berbagai penjuru dunia yang sedang menuntut hak-hak penentuan nasib sendiri.

baca selengkapnya...


Siaran Pers
12 Juli 2012

Keamanan di Aceh Memburuk

"Mereka yang mengorbankan kebebasan demi keamanan, tidak layak mendapatkan apapun" - Benjamin Franklin

Dengan penuh keprihatinan kami menyampaikan bahwa kejadian-kejadian terkini di Aceh telah mengisyaratkan bertambah buruknya keamanan di Aceh. Sejak pelantikan Gubernur Indonesia untuk Aceh pada tanggal 25 Juni 2012 yang lalu, beberapa insiden keamanan telah terjadi di berbagai kawasan di Aceh.  Kejadian-kejadian tersebut semakin mencerminkan kerapuhan kesepahaman damai Helsinki dan menunjukkan bahwa proses yang dimaksud belum menyentuh kehidupan masyarakat Aceh.  Justru sebaliknya, proses tersebut hanya baru dirasakan oleh segelintir masyarakat, sehingga setiap munculnya gangguan kecil terhadap perdamaian akan menimbulkan potensi yang besar untuk memusnahkan proses damai secara keseluruhan.

baca selengkapnya...


Siaran Pers
23 Juni 2012

Damai Tanpa Keadilan dan Kendala Pertumbuhan Acheh

Proses perdamaian Helsinki mendekati ulang tahunnya yang ke-7, yang jatuh pada tanggal 15 Agustus 2012. Meskipun proses tersebut telah berhasil menghentikan konflik senjata berkepanjangan yang terjadi selama lebih dari dari tiga dekade,  sayangnya ia  terbukti belum mampu menciptakan keamanan yang stabil bagi kondisi Acheh pasca konflik. Kekacauan yang terjadi selama Pilkada Gubernur baru-baru ini contohnya, justru menambah suram masa depan perdamaian yang dimaksud. Sementara itu, ketidak pastian akan penyelesaian pelanggaran-pelanggaran Hak Asasi Manusia, baik yang terjadi dimasa konflik maupun sesudahnya,dan  ditambah pula dengan isu-isu keamanan yang semakin tidak menentu, telah menempatkan Perdamaian Helsinki diujung tanduk. Terlebih lagi, Uni Eropa (EU) dan Crisis Management Initiative (CMI) akan segera mengakhiri misi perdamaian mereka di Acheh pada tahun ini. Tidak diragukan lagi, masa depan Acheh menuju perdamaian abadi-pun kembali dipertanyakan.

baca selengkapnya...


AKIBAT DARI KEKEBALAN HUKUM DI ACHEH

Dilansirkan dalam Sidang Tinjauan Periodik Universal (UPR)
Daripada Dewan HAM, tanggal 23 Mei 2012 di Jenewa

“Kekerasan sudah pasti menjadi satu bagian penting dari sejarah singkat Indonesia. Pemerintah Indonesia secara sistematis telah melanggar  hak asasi manusia yang  fundamental selama lebih dari 20 tahun ini dan terus melakukannya tanpa adanya hukuman.” Laporan Asia Watch 1990

Hampir 30 tahun lamanya Acheh menjadi ladang pembantaian bagi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), yang kemudian diganti nama menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI), dalam upaya mereka untuk menghancurkan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) - salah satu pergerakan untuk membebaskan Acheh dari Republik Indonesia. Selama rentang waktu tersebut, ribuan jiwa rakyat Acheh yang tidak bersalah telah menjadi korban pembunuhan, termasuk sebagai korban pembunuhan diluar hukum, pembantaian massal, penyiksaan, penangkapaan secara sewenang-wenang serta penghilangan secara paksa. Kebrutalan yang terjadi tersebut telah pula terdokumentasi secara rinci baik oleh organisasi-organisasi Hak Asasi Manusia (HAM) lokal maupun organisasi-organisasi HAM international.

baca selengkapnya...


Maklumat Hari ini

12 Mai 2012

Kepada Seluruh Bangsa Acheh,

Assalammu'alaikum w.w.

Setelah hampir 140 tahun kerajaan Belanda menyatakan perang atas negara Acheh yang berdaulat, hingga hari ini hampir seluruh bangsa Acheh tiada henti dan tetap menyambung perjuangan untuk membebaskan diri mereka dari segala macam usaha menempatkan Negara Acheh di bawah kuasa pihak asing.

Gerakan perjuangan untuk menentukan nasib sendiri adalah sah menurut norma hukum Internasional. Maka tiada alasan dari pihak manapun untuk menentang kita bangsa Acheh meneruskan usaha perjuangan Acheh Merdeka.  Daulat bangsa Acheh sudah sepatutnya ditentukan oleh kita sendiri bangsa Acheh, bukan ditentukan oleh pihak bangsa lain.

baca selengkapnya...